BANDUNG BARAT — Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 5 Bandung Barat menggelar diseminasi bimbingan teknis (bimtek) implementasi Kurikulum Berbasis Cinta pada Senin (25/5/2026). Langkah ini dilakukan guna menyosialisasikan pendekatan pendidikan baru dari Kementerian Agama RI yang menempatkan kasih sayang sebagai fondasi utama proses pembelajaran di madrasah.
Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum MTsN 5 Bandung Barat, Hilman, mengungkapkan bahwa program ini dirancang untuk membentuk karakter peserta didik yang humanis, moderat, dan berakhlak mulia. Ia menegaskan bahwa pendekatan ini tidak akan mengubah atau menggeser kurikulum yang sudah berlaku secara nasional.
"Ini bukan menggantikan kurikulum nasional, melainkan menyuntikkan nilai-nilai kasih sayang ke dalam mata pelajaran untuk mencetak generasi yang cerdas secara akademik sekaligus emosional dan spiritual," ujar Hilman di sela-sela kegiatan diseminasi.
Melalui Kurikulum Berbasis Cinta ini, setiap tenaga pendidik diarahkan untuk mengintegrasikan pilar-pilar emosional positif dalam metode pengajaran mereka. Hubungan antara guru dan siswa tidak lagi sekadar transfer ilmu pengetahuan, melainkan dibangun di atas rasa saling menghargai demi menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan inklusif.
Kementerian Agama RI meluncurkan program ini sebagai respons terhadap tantangan moral dan degradasi karakter di era digital. MTsN 5 Bandung Barat menjadi salah satu satuan pendidikan yang bergerak cepat dalam mengimplementasikan bimtek ini, dengan harapan seluruh guru dapat langsung menerapkannya pada tahun ajaran berjalan.